Penawar Racun Pendidikan Neoliberal dari Chiapas

Penawar Racun Pendidikan Neoliberal dari Chiapas

Suatu kali, seorang Ayah bertanya kepada anaknya yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas dan akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Menurutmu, apa yang paling membahagiakan dari sekolahan sehingga ia menjadi satu hal yang paling kau kenang?”

“Persahabatan,”

Si Ayah, yang seolah lupa bahwa di masa mudanya pernah mengalami tahun-tahun menyengsarakan ketika bersekolah kaget bukan kepalang mendengarkan jawaban anaknya. Bagaimana mungkin? pikirnya. Ia mengharapkan jawaban yang menurutnya paling paling manis sehingga tidak perlu menyesal telah menekuk punggung sedemikian rupa untuk menyekolahkan anaknya. Esoknya, ia mencoba mengulangi pertanyaan yang sama pada anak-anak tetangga yang baru lulus atau masih sekolah dan harus kecewa mendapatkan jawaban yang sama dengan anaknya.

Kekecewaan si Ayah tentu saja tidak berlebihan. Tidak ada yang salah dari perasaan kecewa, terlebih bagi seseorang yang merasa telah memberi semuanya pada satu hal–seperti meyekolahkan anak. Permasalahannya adalah, kekecewaan yang dirasakan Si Ayah adalah satu hal yang senantiasa berulang; ia sudah ada sejak pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sekrup kapitalisme.

Perihal kawin-mawinnya pendidikan dan kapitalisme ini, sebagaimana dicatat oleh John Bellamy Foster, sudah dimulai sejak awal abad ke-20 di Amerika. Sejak saat itu, sistem semacam ini diadopsi diadopsi di berbagai tempat dengan kecepatan penyebaran yang melebihi agama. Sejak saat itu pula, beragam kritik muncul atas sistem pendidikan yang berpretensi membentuk anak didik agar sesuai dengan spesialisasi yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja, alih-alih membiarkan sang anak tumbuh menjadi dirinya sendiri.

Paulo Freire, seorang yang mungkin pantas disebut santo dalam sejarah pendidikan dunia, misalnya suatu ketika menulis dengan nada mengecam. “Guru,” katanya “jelas seorang seniman. Tetapi menjadi seniman tidak berarti ia bisa membuat profil, membentuk seorang murid. Apa yang seorang pendidik lakukan dalam mengajar adalah membuat sang murid mungkin menjadi dirinya sendiri.” Kata-kata Freire ini bersama kata-kata penuh kritikannya yang lain, juga kata-kata orang-orang serupa dirinya , bergaung di setiap ruang-ruang diskusi kritis soal masa depan pendidikan yang makin nampak meresahkan. Pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah, dari mana kita bisa menemukan satu model pendidikan semacam itu yang terbukti selama bertahun-tahun tangguh menghadapi transformasi kapitalimse dan neo liberalisme?

Dismantling Neoliberal Education: a lesson from the Zapatistas yang ditulis oleh Levi Gahman ini barangkali bisa mengobati insomnia para pendidik yang entah telah berapa lama memikirkan jawaban atas pertanyaan tersebut. “Sejarah Zapatista adalah sejarah tentang kehormatan, kekejaman, dan keberanian.” tulis Grahman dalam kalimat pembukanya. Tiga hal tersebut menggambarkan pula bagaimana pendidikan diajarkan  di pedalaman Chiapas. Pendidikan bagi orang-orang Zapatista adalah persoalan untuk mengembalikan kehormatan mereka yang telah lama direnggut oleh kekuasaan, dihinakan oleh serangkaian kekejaman. Pendidikan adalah bagaimana soal mendidik anak mereka untuk memiliki keberanian mempertahankan segala hal yang masih tersisa setelah masa penghinaan yang mereka terima.

Levi Graham dalam tulisan tersebut menguraikan secara mendetil bagaimana para pejuang Zapatista mengusahakan dan mendesain sendiri pendidikan anak-anak mereka melalui sistem pendidikan non-hierarkis dengan satu tujuan yang sederhana, yakni mengenal diri mereka sendiri. Karena bagaimanapun orang-orang Zapatista adalah, sebagaimana dikatakan Companera Ana Maria, salah satu promotor pendidikan mereka, murid yang buruk bagi sistem pendidikan yang mengajarkan keuntungan dan individualisme–dua hal yang sudah kadung dianggaop oleh mereka sebagai racun dan karenanya mereka usahakan sendiri penawarnya.

Tulisan Graham bisa dibaca di sini

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>