Siaran Pers Jaringan Nasional Tolak Semen Gresik

Siaran Pers Jaringan Nasional Tolak Semen Gresik

Bebaskan Petani Pati yang Ditahan dan Hentikan Kekerasan terhadap Masyarakat yang Menolak Rencana Pendirian Semen Gresik di Pati

Jakarta, 28 Januari 2009. Penolakan pendirian PT. Semen Gresik di Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah yang sudah di suarakan sejak akhir 2006, oleh warga Kabupaten Pati dan Kudus, mengakibatkan adanya penangkapan dan penyiksaan terhadap 9 warga dari Kabupaten Pati dan Kudus.  Pada 22 Januari 2009 sekitar 250 personel Brimob dan Samapta menendang, menginjak dan melemparkan warga desa – diantaranya perempuan dan anak-anak- yang sedang berkumpul untuk menunggu hasil negosiasi Camat Sukolilo dan Kapolres Sukolilo.

Saat itu ratusan warga tengah meminta Kepala Desa Sukomulyo untuk bersedia menemui warga agar mengklarifikasi informasi yang beredar, terkait pembebasan tanah bengkok untuk PT. Gresik

Telah terjadi kesepakatan antara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan warga pada 10 Januari 2009. Kedua belah pihak telah menyepakati untuk tidak melakukan tindakan apapun berkenaan dengan sengketa ini, sambil menunggu peninjauan ulang AMDAL yang akan dilakukan Gubernur. Namun hal ini diingkari oleh PT. Semen Gresik yang menurunkan beberapa orang timnya kelapangan sehingga memicu kemarahan warga. Warga desa menghadang 6 buah mobil PT Gresik dan memblokade jalan untuk memastikan agar Kepala Desa mau menemui warga.

Hingga tanggal 24 Januari 2009, para Tim Advokasi dan keluarga korban dibatasi akesnya untuk menemui warga yang ditangkap. Saat ini status para korban adalah tersangka terjerat pasal 170, 160 dan 335 KUHP. Selain itu, 9 (Sembilan) yakni: Sudarto (Kedumulyo, Sukolilo)(48), Kamsi Kedumulyo, Sukolilo(55), Sunarto Curug, Kedumulyo, Sukolilo (52), Zainul Warga Desa Kedumulyo (16), Mualim Sangrahan desa Sukolilo (21). Sutikno Bowong desa Sukolilo (26), Wanto Galiran Sukolilo (23), Gunarto Kalioso, Undaan, Kudus (27), Sukarman Jimbaran Kec. Kayen.(26). Warga yang ditangkap juga mendapatkan kekerasan dan perlakukan yang tidak manusiawi hingga mengakibatkan korban lebam-lebam dan memar dibagian tubuhnya.

Peristiwa di atas menunjukkan bahwa aparat kepolisian tetap menggunakan pola-pola kekerasan dan kriminalisasi untuk menghadapi warga yang menyuarakan haknya. Sebagai aparat penegak hukum, aparat Polres Pati juga telah membiarkan para korban diperiksa tanpa mendapatkan hak bantuan hukum. Aparat kepolisian juga telah menghina profesi pengacara dengan membatasi tugas profesionalnya untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat. Lebih jauh kami mempertanyakan rasa kemanusiaan aparat kepolisian yang melakukan kekerasan kepada para korban dan sengaja membiarkan korban yang luka-luka untuk mendapatkan perawatan yang layak.

Niat pemerintah daerah untuk tetap melanjutkan pembangunan pabrik Semen Gresik di Kabupaten Pati sepatutnya perlu dipertanyakan karena rencana pembangunan ini selalu mendapatkan perlawanan dari warga. Jika pembangunan  ini tetap dilanjutkan dikhawatirkan akan terjadi perusakan lingkungan secara besar-besaran.. Rencana lokasi penambangan semen adalah kawasan kars yang menjadi sumber mata air bagi 250.000 petani dan buruh tani, ancaman kekeringan akan didepan mata. Kawasan kars adalah kawasan yang dilindungi sesuai dengan PP No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, dan melanggar Keputusan Menteri ESDM No. 1456 tahun 2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Kars. Rencana pembangunan ini akan mencerabut budaya dan adat istiadat masyarakat setempat, memicu pelanggaran Hak Asasi manusia, dan juga semakin menajamkan konflik horizontal dimasyarakat.

Untuk itu kami meminta:
1. Menuntut Komnas Ham dan Komnas Perempuan untuk turun kelapangan melindungi kepentingan hukum dan hak-hak asasi warga
2. Mencopot Kapolres Pati karena telah menyiksa dan mengkriminalkan warga yang melakukan penolakan pembangunan PT Semen gresik.
3. Menghentikan proses hukum terhadap 9 orang warga yang di tangkap.
4. Menghentikan dan menutup segala bentuk aktifitas PT. Semen Gresik di Pati.
5. Menuntut KAPOLRI untuk menindak semua aparat yang terlibat dalam tindak kekerasan terhadap warga .

Jaringan Nasional Tolak Semen Gresik
WALHI, DESANTARA, KONTRAS, ANBTI, JATAM, HUMA, KRUHA, AMAN, LBH Jakarta

Kontak Person:
Muhammad Kodim (Desantara) : 081230501777

Desmiwati (WALHI): 081381094360
Ali Nur Said (KONTRAS): 08568997483

 

Klik  disini untuk donlot lengkap isi siaran pers

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>