Nabire Butuh Orang Gila

Situasi dan suhu politik di Nabire  kian hari kias memamanas  bahkan kini orang sudah mulai bebas berbicara tentang siapa bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, sejak diresmikan baliho di depan kantor Bupati oleh KPU oleh KPU mencalonkan diri dengan partai apa , kemudian sejumlah partai telah mulai merekrut bakal calon dengan komitmen-komitmen politik. Wacana bakal calon bupati mulai disebut-sebut bahkan menyebut dirinya akan maju dalam bursa calon dalam pemilihan Bupati –Wakil Bupati pada 22 November 2008 . Sebut saja Daniel Buto, Isayas Douw, Natalis Degey, Dianus Youw, Frans Mote, Helly Weror, Ruben Marey, Thomas Tigi, Abner Kalem, dan Ayub Kayame , dan lainnya .

Manusia Nabire khusunya orang Papua telah terombang ambingkan bahkan telah digilakan oleh masalah-masalah yang kian menggila maka manusia telah digilakan dengan kondisi yang terbelenggu sejumput persoalan .Dalam situasi seperti ini dan dewasa ini masyarakat Nabire butuh orang ‘Gila’ dengan kebijakan-kebijakan, program, visi-misi yang gila hingga menembusi kondisi yang ada dewasa ini sehingga membawa pencerahan bagi manusia Papua di Nabire dengan wajah orang‘gila’ yang baru.

Sepenggal Catatan Buat Para Kandidat Bupati Nabire

Dari sederetan nama bakal calon yang kini mewacana belakangan ini , jangan lupa bahwa sejumput persoalan di Nabire sedang menanti kehadiran orang “gila“ yang mampu menembusi ditengah onggokan persoalan yang kian berserakan di sepanjang jalan raya , di tengah masyarakat Kampung , dipingiran kota maupun di jantung kota Nabire ini . Berikut ini sekelumit onggokan problema yang barangkali menjadi pekerjaan rumah bagi orang yang akan menjadi ‘gila’ pada 22 november 2008 .

Selain masalah Togel dengan bandar tunggal yang ada di jantung kota Nabire tepatnya di Kali Nona. Bandar togel yang kian menggila menguras uang masyarakat, orang ‘gila’ harus masuk menumpas kelakuan orang gila yang memeras uang rakyat melalui judi togel .

Masalah pendulangan Illegal dan Illegal logging yang kian menggila merusak manusia dan lingkungan alam . Dimana para pemburu emas mensuplai minuman keras yang bermerk sampai yang milo kedaerah pendulangan yang akhirnya merusak manusia Papua . Sebab rata-rata konsumen adalah orang Papua . Kemudian lingkungan alam sekitar daerah pendulangan dirusak dengan aktivitas pendulangan dengan dibawa masuknya alkon yang besar .Belum lagi dengan sejumlah obat-obatan yang digunakan untuk memburu emas dalam waktu sekejab sehingga terjadi pencemaran lingkungan ( air, tanah , hutan dan lainnya). Ditambah lagi ledakan penduduk diareal lokasi pendulangan sehingga terjadi kriminalitas . Disini dinantikan orang gila yang berani mengambilkan kebijakan yang agak kegilaan.

Lalu masalah PLN selama ini berbagai upaya dilakukan pelayanan PLN kepada para pelanggan termasuk pengadaan mesin gengset dengan mengeluarkan dana yang besar melalui konsorsium namun belum memberikan solusi yang akhir bahkan masih bermasalah . Ini baru masyarakat diperkotaan lalu masyarakat dipinggiran kota ini belum menikmati penerangan sebagaimana warga Wanggarsari, Lagari dan Topo dan sekitarnya

Masalah lain yang patut menjadi catatan bagi orang gila tumpas semua kendaraan plat luar yang kian menjamur di Nabire baik kendaraan roda dua maupun roda . Orang ‘gila’ harus berani tumpas keadaan yang kian gila-gilaan ini .

Masalah mama-mama Papua yang selalu berjualan di bawa los-los atau berjualan diluar pasar, Mereka selalu berjualan diluar pasar dengan bermodalkan seberkas karton berjaulan diatas trotoar, ditanah beratapkan langit . Mereka berjualan ditengah kota Nabire , dipinggiran perkotaann seperti lorong kota baru Kiri , Pasar Sore, Kalibobo, karang Tumaritis, Oyehe, Karang Mulia , SP I Wanggar, Depan hotel Maju dan lainnya . Mereka terpinggirkan Bahkan terlupakan dari kebijakan yang berpihak dan memberdayakan . Dalam realitas mereka sangat tersisih . Adakah pasar khusus buat mama-mama Papua ? . Ini butuh orang gila , dengan sikap kegilaannya dapat mereposisi mama-mama Papua untuk membangun pasar khusus Perempuan . Orang gila patut belajar dari Pemerintah Wamena , sebagaimana pemda telah membangun pasar local khusus masyarakat local . Adakah orang ‘gila, dapat membangun pasar local khusus perempuan Papua di Nabire ?

Catatan lain yang patut ditilik orang ‘gila’ akan peredaran miras yang berlebel maupun minuman local ( CT, saguer, bobo dan lainnya ) juga proteksi tempat penyulingan sebab beberapa waktu lalu pihak aparat keamanan sempat disergap di Bumiwonorejo, KPR Sirwini dan beberapa tempat lain yang ada indikasi produksi juga pemasaran miras illegal . Disini diperlukan kebijakan gila tanpa memikirkan kehilangan jabatan dan kekuasaan. Hal itu orang ‘gila’ patut gebraki sebab miras biang kehancuran orang Papua , baik manusia,kesehatan ,penididikan , kehidupan keluarga dan masyarakat .Maka orang gila mesti berani masuk dalam bara api yang sedang menyala membakar manusia Papua . Manusia gila berani masuk dalam bara api yang membumihanguskan manusia Papua di Nabire.

Perlindungan akan manusia dan kekayaan-kekayaannya, baik kekayaan alam, intelektual, potensi budaya, dan potensi lainya yang berada diatas Negeri Nabire yang notabenenya milik masyarakat Nabire . Disini saya kutip komentar Ketua Dewan Adat Wilayah VII MePago bahwa Orang Papua miskin diatas tanah sendiri ,sementara semua kekayaan alam, kekayaan budaya( intelektual) dan potensi manusia Papua dimanfaatkan secara gilaan-gilaan orang orang luar demmi mendapatkan kekayaan pribadi. “ secara keseluruhan tidak dihargai hak-hak kami atas tanah, air, kekayaan alam , kekayaan intelektual maka didambakan ada orang gila yang datang menyelamatkan semua ini supaya dengan kegilaan dapat dibijaki demi perlindungan atas segala yang ada di tanah ini“ tegas Edowai pada suatu kesempatan . Disini dapat ditarik benang merah bahwa butuh perlindungan masyarakat Papua dengan segala kekayaan sehingga mimpi menjadi manusia Papua menjadi Tuan di Negeri Sendiri sedikitnya terwujud . Siapa yang berani melakukan gebrakan tersebut, yang jelas hal itu butuh keberanian dari orang ‘gila’ .

Bagaimana dengan masalah fasilitas pelayanan umum ?Dibidang kesehatan meninggalkan kesan buruk atas pelayanan kesehatan dimata masyarakat Nabire . Kita RSUD Nabire Kendatipun telah berhasil gedung yang mewah namun dalam pelayanan kepada public terkesan buruk.Kita tilik fasilitas dasar yang digunakan untuk pelayanan kepada pasien sudah usang dan bahkan tidak ada pengadaan walaupun miliaran rupiah dari APBD dianggarkan setiap tahun. Biaya pengobatan pun kadang dibebankan kepada pasien rawat dengan nominal yang tinggi . Lantas apakah tidak ada dana otsus khusus untuk kesehatan . Lantas nyaris setiap distrik mengalami kekurangan tenaga medis , kekurangan ini sangat terasa ketika SPK ditutup . dasar kesehatan bagi masyarakat Nabire . Masalah Kesehatan Ibu dan Anak serta Gizi Buruk di daerah-daerah terpencil telah meminta perhatian khusus . Lalu masalah lebih trend lagi HIV/AIDS .Sudah sekian nyawa telah melayang sia-siia akibat penyakit ini . Padahal jelas-jelas daging tersebut telah kadarlaursa dan diduga daging yang terkena flu burung . Disini bagaimana kepiawaan orang ‘gila’ meracik kembali pelayanan dasar kesehatan.

Masalah kesehatan lain penjualan makanan kadaluarsa terutama daging ayam yang marak dijual di daerah pedalaman Nabire . Disekitaran kota Nabire telah dilarang pertanian dan peternakan untuk penjualan ayam potong hidup maupun daging ayam boiler namun di daerah pedalaman Nabire di drop berkarung-karung dengan mobil Estrada . Dalam penjualan laris bak kacang . Disini,walapun pemerintah telah melarang tetapi pemburu dolar melalui usaha ini . Akibat masyarakat mengkonsumsi terjangkit berbagai penyakit baru . Bagaimana dengan kegilaannya menyikapi persoalan ini ? Apakah orang ‘gila’ pentingkan uang atau keselamatan manusia ? tergantung kegilaan dibijakinya .

Pemberdayaan ekonomi kerakyatan terutama ekonomi orang Asli Papua di Nabire . Perekonomian masyarakat Papua telah mati . Tak berjalan . Semua peluang dan aspek ekonomi dilkuasai oleh orang luar Papua, mulai dari monopoli tempat jualan dipasar hingga mengejar proyek-proyek besar lewat CV/PT . Orientasi hidup orang Papua konsumtif . Semua peluang usaha telah dimonopoli sehingga orang Papua hanya jadi penonton di negeri sendiri . Paling-paling usaha yang dilakoni orang papua itupun mama-mama yang berjualan diluar pasar hanya jualan ubi, keladi , pinang . Sementara usaha lain dikuasai oleh orang lain . Potensi orang Papua tersedia , tanah , kekayaan alam , namun mereka terjepit , dicekik dengan ongkos transportasi yang mahal . Disini perlu ada kebijakan yang gila untuk menghidupkan system yang sedang monopolistis ini . Perlu kebijakan yang memihak pada kaum yang lemah, tak berdaya seperti mama-mama ini .Perlu ada kebijakan khusus untuk menghidupkan ekonomi orang Papua dinabire . Soal kemampuan menjalankan uasaha terbukti banyak perempuan cukup sukses , seperti Mia Rumawi dengan rumah makan di Kalibobo, Nancy Worabay dengan usaha Roti Acinya di Siriwini ,Elis Agapa dengan kiosnya di Kalibumi dan lainnya . Maka tinggal menyalakan lampu-lampu usaha dengan bekingan modal sehingga mereka tidak menjadi penonton dinegerinya sendiri melainkan dapat mandiri dalam persaingan dalam perokonomian di Nabire .

Kondisi pendidikan jauh lebih parah, dewasa ini tgelah dibuka sejumlah sekolah baru diberbagai distrik mulai dari SD sampai SMA namun dibangun hanya gedung sekolah toh, sementara isi di dalam gedung kosong melompong, baik jumlah murid, jumlah tenaga guru, kesejahteraan guru, maupun fasilitas belajar mengajar .Sementara sekolah-sekolah yang sudah dibangun sejak lama, masih kekaurangan tenaga guru namun dengan dibukanya sekolah-sekolah baru malahan menambah masalah seperti kekuarangan tenaga guru dan lainnya sehingga meninggalkan masalah diatas masalah .Dengan dibukanya sekolah baru bukan solusi tetapi menambah persoalan bahkan dapat dikata sedang melakukan pembodohan terhadap gemnerasi penerus . Lalu pembebasan biaya SPP bagi siswa yang digembor-gemborkan hanya sebatas kampanye sementara ada banyak sekolah yang masih dipungut SPP,OSIS, BP3 dan lainnya sehingga membuat masyarakat tamabah beban .

Selain terurai diatas masih ada masalah yang tak kalah pentingnya yang patut dilihat penyediaan dan pelayanan fasilitas umum yang belum memadai seperti pelayanan PDAM untuk menjangkau seluruh masyarakat Nabire , kebanyakan masyakat kota Nabire masih menggunakan air subur , atau pembangunan infrastruktur jalan yang dikejar hanya uang semata . Pengaspalan jalan misalnya dikeluarkan miliaran dana untuk pengaspalan tetapi hanya tambal sulam .Ditutup hanya bagian lubang saja sementara kualitas jalan jauh dari gapaian dan harapan sehingga setiap tahun tambal sulam terus sehingga setiap tahun pula dianggarkan Pemerintah Daerah . Padahal dana tersenut dapat digunakan untuk pembangunan lain . Pengusaha yang hanya kejar uang proyek lebih baik disingkirkan dari negeri Nabire ini .  Emanuel Goubo Goo adalah Wartawan Suara Perempuan Papua & Kontributor Papua Pos Nabire Berdomisili di Pinggiran kota Nabire.

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>